Desa Murtajih; Kolaborasikan Potensi Alam dan Pertanian sebagai Wisata Terpadu

  • Whatsapp

DESA BERGERAK | PAMEKASAN – Pemerintah Desa (Pemdes) Murtajih, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, tengah berupaya mengembangkan desa wisata sebagai tema desa berpenduduk 5.945 jiwa tersebut.

Memanfaatkan embung dengan luas 2.816 m2, Pemdes Murtajih ingin menjadi desa pertama di kabupaten berjuluk kota Gerbang Salam yang memiliki wisata desa terpadu. Konsep wisata desa terpadu itu mengusung tagline Wisata Terpadu Burunan Murtajih (WTBM).

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Murtajih Endang Suciati menjelaskan, WTBM merupakan komplek wisata yang menawarkan aneka macam wahana. Seperti wisata air dengan budidaya ikan air tawar yang bisa dimanfaatkan pengunjung sebagai wahana memancing.

Pihaknya menambahkan, selain budidaya ikan air tawar, embung juga dimanfaatkan untuk menghidupkan wahana agrowisata. Dengan begitu, para pengunjung WTBM nantinya juga akan menikmati aneka macam sayuran dan buah-buahan yang sengaja ditanam untuk pengunjung.

Semangat Pemdes Murtajih menjadi desa wisata terpadu, dibuktikan dengan membangun fasilitas penunjang kenyamanan pengunjung. Seperti gazebo sebagai tempat bersantai, taman bunga di sepanjang pinggiran embung semakin menambah keasrian WTBM.

Endang Suciati menjelaskan, di lokasi WTBM pihaknya juga membangun wahana edukasi pertanian kepada pengunjung melalui eduwisata hidroponik. Di lokasi itu, pengunjung bisa belajar tentang cara berkebun tanpa menggunakan media tanah.

“Ada petik buah seperti pepaya, jambu, jeruk, dan sebagainya, yang menjadi keunggulan WTBM kami,” ucapnya kepada Kabar Madura, Rabu (14/4/2021).

Selain serius mengembangkan wisata desa terpadu, Endang menjelaskan, Pemdes Murtajih juga memfasilitasi setiap kegemaran warganya yang mengarah pada hal positif.

Bagi kalangan muda, Pemdes Murtajih sengaja membangun arena balap sepeda BMX. Fasilitas itu dibangun agar para pemuda di Desa Murtajih bisa menyalurkan hobi ke arah yang positif.
Kemudian, Pemdes Murtajih juga memfasilitasi kelompok masyarakat yang mengembangkan musik tradisional. Mulai kelompok musik religi hadrah, kelompok musik daul yang berada di setiap dusun.

Selain itu, pihaknya mengakua juga memfasilitasi warganya yang membudidayakan ternak sapi khusus sapi kerapan. Budidaya sapi kerap yang menjadi sumber ekonomi lain warganya itu, difasilitasi secara khusus oleh Pemdes Murtajih dengan membangun lapangan kerap sapi yang berada di satu lokasi dengan arena balap sepeda BMX.

Hingga saat ini, banyak event kerapan yang digelar di lapangan kerapan Desa Murtajih, bersamaan dengan beberapa event yang dilangsungkan di WTBM.

Alumnus STKIP Sampang itu menyampaikan, pihaknya menjadikan kerapan sapi sebagai ajang tahunan untuk meningkatkan perekonomian warga. Saat event kerapan sapi berlangsung, pihaknya menyediakan kawasan kuliner untuk memasarkan aneka macam makanan khas Desa Murtajih, seperti campor tulang, kikil, kripik, lorjuk, nasi Madura, legen, dan lainnya.

“Kerapan sapi bisa dikatakan sebagai wisata budaya unggulan Desa Murtajih, dan itu menjadi event tahunan kami,” sambungnya.

Berbagai inovasi yang dilakukan Desa Murtajih, menetapkan desa dengan luas 323,183 hektare itu sebagai desa mandiri. Bahkan di tahun 2020, Desa Murtajih mendapatkan program Desa Berdaya dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Program itu, akan dijadikan sebagai suntikan untuk mengembangkan potensi desa wisata yang sudah dirintis melalui WTBM.

Sebab kata Endang, WTBM Desa Murtajih bisa menjadi wisata desa outbound. Dengan luasan lahan 3,8 hektare, WTBM bisa terus dikembangkan. Tahun ini, pihaknya tengah menseriusi masterplan yang sudah dirancang sebelumnya.

“Kami terus berupaya mewujudkan kemandirian ekonomi warga melalui program-program desa,” pungkasnya. (idy/pin/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *