Pemuda Desa Pangeleyan Bersatu, Dari Silaturahmi Perantau Jadi Kegiatan Sosial

  • Whatsapp
Pemuda Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah rutin memberikan bantuan kepada warga miskin dan anak yatim setiap Ramadan. (Foto: Ist)

DESA BERGERAK | BANGKALAN – Beberapa pemuda Desa Pengeleyen, Kecamatan Tanah Merah yang menamakan dirinya Pemuda Desa Pangeleyan Bersatu, menggalang dana untuk santunan anak yatim piatu.

Koordinator kegiatan santunan anak yatim, Zaiqhulhak Alfarisi menyebutkan, kegiatan ini adalah satu bentuk kepedulian pemuda desa kepada anak yatim.

Bacaan Lainnya

“Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap anak-anak yatim saat kondisi seperti saat ini mereka pasti membutuhkan uluran tangan, semoga bisa meringankan dan membuat semangat para anak yatim di hari raya Idul Fitri nanti,” ujarnya, Selasa (27/4/2021).

Dia berharap, kegiatan yang sudah berlangsung selama 3 tahun tersebut bisa menginspirasi pemuda lain agar juga peduli terhadap anak yatim dan kaum dhuafa. Selain itu, tidak hanya selesai di organisasinya.

“Tapi dapat menjadi contoh dan menginspirasi masyarakat, khususnya para pemuda di Kabupaten Bangkalan,” tuturnya.

Kegiatan tersebut digelar setiap satu tahun sekali pada bulan Ramadan. Pria dengan sapaan Qulhak itu menceritakan, terbentuknya Pemuda Desa Pangeleyan Bersatu ini bermula dari acara kumpul bareng para pemuda desa. Kemudian, mereka terpikir membuat sebuah perkumpulan pemuda Desa Pangeleyan.

Tujuannya awalnya hanya menjalin silaturahmi antarpemuda desa yang merantau dengan yang masih tinggal di desa. Kemudian berkembang jadi kegiatan sosial, mulai dari memberikan bantuan kepada anak yatim, fakir miskin, janda tua dan semacamnya.

Proses donasinya melibatkan semua pemuda dan pembagian bantuan dengan cara dor to dor, karena masih wabah Covid-19.

“Jangan pernah takut rezeki habis jika berbagi terhadap sesama, itu prinsip yang selalu saya tanamkan dalam sanubari,” ungkapnya.

Perkumpulan itu sempat diusulkan menjadi karang taruna, namun anggaran khusus karang taruna telah habis. Maka, semua kegiatan dilakukannya secara mandiri.

“Kami sudah mengarah kesana untuk membentuk karang taruna agar dinaungi oleh desa,” tandasnya. (ina/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *