Satu Desa Ragam Wisata: Bukit Brukoh, Wisata Sawah, dan Cafe Sawah

  • Whatsapp
desain grafis @sule sulaiman

DESA BERGERAK | PAMEKASAN – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam tampak kian serius mewujudkan program desa tematik. Misinya untuk meningkatkan kesejahteraan warga melalui sektor ekonomi kreatif. Program desa tematik, diyakini menjadi langkah konkret pemerintah untuk hadir mendampingi pemerintah desa dalam mengangkat potensi yang dimiliki.

Menyambut semangat Bupati Pamekasan itu, Pemerintah Desa (Pemdes) Bajang, Kecamatan Pakong, terus mengembangkan potensi yang dimiliki desa. Setelah sebelumnya sukses menjadikan Bukit Brukoh sebagai destinasi wisata alam yang mampu mendongkrak ekonomi warga, kini desa berpenghuni 1.907 jiwa itu, mengembangkan destinasi wisata alam dengan menyajikan wisata sawah.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa (Kades) Bajang Moh Mokri mengatakan, sejak awal dilantik, pihaknya bersama perangkat Desa Bajang, menguatkan niat untuk mengangkat potensi yang dimiliki oleh desa.

Salah satu potensi yang tampak kala itu adalah Bukit Brukoh. Dengan restu tokoh masyarakat dan komitmen seluruh stakeholders di desa, bukit yang sempat dikenal dengan kesan “miring” itu, kemudian dikelola dan dikembangkan menjadi wisata alam keluarga.

Dirinya mengungkapkan, tujuan pertama mengelola Bukit Brukoh menjadi destinasi wisata adalah untuk meminimalisasi hal-hal yang melanggar norma agama terjadi di bukit dengan pemandangan yang indah itu.

“Alhamdulillah, dengan dikembangkannya bukit brukoh menjadi wisata alam, hal-hal negatif tidak terjadi lagi di lokasi itu,” ungkapnya, Ahad (30/52021).

 Lebih lanjut Mokri (sapaan akrabnya) mengatakan, tujuan lain mengelola Bukit Brukoh menjadi destinasi wisata, yakni untuk mendongkrak ekonomi warga sekitar.

Meski saat ini dampak peningkatan ekonomi melalui pengembangan wisata alam itu belum dirasakan secara maksimal oleh warga. Namun seiring berjalannya waktu, Pemdes Bajang yakin keberadaan wisata alam akan memberikan dampak besar terhadap ekonomi warga.

Dirinya mengungkapkan, hingga saat ini pengunjung yang hendak menikmati keindahan alam di atas Bukit Brokuh, dibebaskan dari biaya tiket masuk. Pengunjung cukup membayar parkir kepada petugas yang dibentuk dengan memberdayakan pemuda desa.

“Itu pun uang dari hasil parkir tidak masuk ke kas desa. Karena setelah kami gunakan hasil uang parkir untuk honor pemuda yang bertugas di Bukit Brukoh, sisa uang itu langsung digunakan untuk pengembangan fasilitas wisata,” tambahnya.

Menikmati Keasrian Wisata Sawah

Selain memanfaatkan potensi yang dimiliki Bukit Brukoh, pemdes juga memaksimalkan potensi yang dimiliki desa dengan luas 157 hektare tersebut. Bahkan, sektor pertanian tidak luput dari pengembangan potensi desa.

Setelah melalui musyawarah dengan sejumlah elemen di desa, Pemdes Bajang menjadikan tanah kas desa berupa area persawahan menjadi destinasi wisata baru di Pamekasan. Dengan mengangkat tema wisata sawah, Pemdes Bajang menyajikan keasrian area persawahan kepada masyatakat luas.

Saat ini, berbagai infrastruktur penunjang untuk mempercantik area persawahan menjadi wisata desa unggulan mulai dibangun. Sejumlah gazebo dan spot-spot bagi pelancong sudah dibangun.

Meski belum 100 persen sempurna, Pemdes Bajang berkomitmen terus melanjutkan pembangunan wisata sawah tersebut. Taman bunga, kolam renang, hingga spot wisata air di sepanjang aliran sungai di desa itu, hingga pembangunan café sawah masuk dalam masterplan pengembangan wisata sawah.

“Alhamdulillah berkat inovasi di sektor wisata, Desa Bajang lebih dikenal oleh masyarakat umum. Tentu hal itu juga akan berimbas terhadap ekonomi warga kami,” terangnya.

Selain mengembangkan fasilitas di lokasi wisata, Pemdes Bajang juga berupaya untuk meningkatkan infrastruktur penunjang di dua lokasi wisata yang direncanakan akan menjadi wisata desa terintegrasi.

Nantinya lanjut Mokri, di dua lokasi wisata alam yang memiliki satu jalur. Wisatawan yang berkunjung ke Bukit Brukoh bisa langsung menikmati keindahan wisata sawah. Bahkan, pihaknya akan membangun akses khusus untuk menambah kenyamanan pengunjung.

 “Kami berharap Pemkab Pamekasan, provinsi dan pusat, agar bisa bersinergi mewujudkan impian kami (pemdes dan warga, red) memajukan Desa Bajang,” harapnya.

Kendati demikian, Mokri mengakui keterbatasan pembangunan fasilitas yang belum maksimal itu. Oleh karena itu, pihaknya saat ini memilih untuk lebih gencar melakukan promosi tentang potensi yang dimiliki Desa Bajang.

Berbagai cara dilakukan Pemdes Bajang untuk melakukan promosi potensi desa berupa wisata alam bukit brukoh dan wisata sawah. Tidak terkecuali dengan cara memanfaatkan kemajuan teknologi.

Hal itu dilakukan, tidak lain untuk mewujudkan tujuan awal Pemdes Bajang menjadi desa wisata unggulan di Kabupaten Pamekasan. Dirinya berkeyakinan, jika hal itu terwujud, Desa Bajang bisa menjadi desa mandiri.

Tentunya lanjut Mokri, hal itu akan terwujud dengan support pemerintah. Sebab, jika  Pemdes Bajang bergerak sendiri, pembangunan dan pengembangan yang sudah tertuang dalam masterplan akan berjalan lamban. “Alhamdulillah sedari awal Pemkab Pamekasan telah mensuport upaya kami dalam mengembangkan potensi desa. Kami beraharap support ini bisa ditingkatkan lagi, baik dari kabupaten, provinsi, hingga pusat,” pungkasnya. (pin/nam/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *