3 IKM Berjalan, Pemkab Sumenep Bersiap Bentuk 6 Sentra IKM

  • Whatsapp

DESA BERGERAK | SUMENEP – Pembangunan sentra Industri Kecil Menengah (IKM) oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep masih belum optimal. Kepala Bidang (Kabid) Disperindag Sumenep M. Halil Rosihan mengatakan, tidak semua IKM yang yang direncanakan menjadi 15 sentra dapat terbentuk. Saat ini yang terbentuk hanya 3 IKM. Yakni, Batik, Keripik, dan Siwalan

Diketahui, 3 sentra yang terbentuk yakni, batik di Desa Pakandangan Barat Kecamatan Bluto, keripik di Desa Lanjuk Kecamatan Manding, dan Sentra siwalan di Desa Nyabakan Timur Kecamatan Batang-Batang.

Bacaan Lainnya

“Tidak cepat terbentuk karena pihak desa belum mengajukan proposal atau pengajuan,” katanya, Senin (7/6/2021).

Dia berjanji, dalam bulan ini (Juni 2021) akan membentuk sentra keris, kasur, terasi, mebeler, logam, tahu tempe. Rencananya, untuk sentra tahu tempe di Desa Lalangon Kecamatan Manding, sentra kasur di Desa Ellak Daya Kecamatan Lenteng, sentra terasi di Desa Ambunten Timur Kecamatan Ambunten, sentra mebeler di Desa Poteran Kecamatan Talango dan di di Desa Kombang, Kecamatan Talango, serta di Desa Palasa Kecamatan Talango, dan sentra logam di Desa Lenteng Barat.

“Ke depan, 15 sentra akan diselesaikan dengan terus sosialisasi pada desa,” ujarnya.

Sementra itu, anggaran yang tersedia Rp300 juta untuk satu sentra produksi. Masing-masing akan mendapatkan Rp20 juta.

“Sentra produksi, selain befungsi sebagai showroom produk-produk industri kreatif, ada juga bidang pelatihan tentang manajemen maupun penciptaan desain dan produk baru,” tegasnya.

Ia menyatakan bahwa selama dua tahun terakhir ini Disperindag sudah membentuk 7 sentra produksi yang tersebar di 5 kecamatan, 3 tiga sentara dibentuk pada tahun 2019 sedangkan sisanya pada tahun 2020.

Dia melanjutkan, 7 sentra yang dimaksud yakni, sentra alat dapur di Desa Kalianget Timur Kecamatan Kalianget, sentra Ukir Kayu di Desa Tennonan Kecamtan Manding Dan di Desa Karduluk Kecamatan Pragaann, sentra olahan petis di Desa Pasongsongan Kecamatan Pasongsongan, sentara rengginang di Desa Pragaan Laok Kecamatan Pragaan, sentara olahan bawang goreng di Desa Basoka Kecamatan Rubaru dan sentra krupuk ikan di Desa Kerta Sade Kecamatan Kaliangat. “Semuanya butuh peoses,” ucap dia.

Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari menegaskan bahwa ia sudah mewanti-wanti dinas terkait. Sebab, program yang sudah lama direncanakan seolah diremehkan

“Jemput bola sangat penting untuk dilakukan pendekatan pada pihak desa,” pungkasnya. (imd/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *