Anggarkan Rp250 Juta, Gandeng Unej, Disperindag Pamekasan Bidik Desa Gugul

  • Whatsapp

DESA BERGERAK | PAMEKASAN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan mengucurkan Rp250 juta untuk feasibility study (studi kelayakan) dalam rangka pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT). Anggarannya melalui APBD 2021 dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT).

Menurut Kepala Disperindag Pamekasan Achmad Sjaifuddin, lokasi yang sedang dianalisa kelayakannya berada di Desa Kukul Kecamatan Tlanakan Pamekasan dengan luas lahan 2,5 hektar. Pihaknya menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Jember (Unej).

Bacaan Lainnya

“Kenapa kok Unej Jember, karena mereka berpengalaman dalam studi kelayakan tembakau, kan Jember daerah penghasil tembakau juga,” paparnya, Senin (22/5/2021)

Lebih lanjut, progres studi kelayakan sedang dalam penyusunan oleh tim teknis, mulai dari pengumpulan data primer dan data sekunder. Targetnya selesai akhir Juni sampai Juli awal, sehingga pembangunan lainnya juga tergarap.

“Sekarang masih dalam penyusunan, mungkin targetnya akhir Juni sampai awal Juli selesai,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan, total anggaran berkisar Rp7,5 miliar,  mulai dari pekerjaan non fisik: feasibility study, master plan, studi lingkungan, dan pengawasan. Sedangkan untuk pembangunan fisik, di antaranya pembangunan pagar, pemadatan saluran, dan lain sebagainya.

“Jadi untuk total anggarannya Rp7,5 miliar, untuk pekerjaan fisik dan non fisik” urainya.

Ia menambahkan, pembangunan KIHT memerlukan tambahan anggaran pada tahun 2022, sebab pembangunannya direncanakan tuntas tahun 2022. Sehingga untuk pemanfaatan kawasan bisa digunakan tahun 2023.

“Kami yakin untuk pendanaannya, pemkab akan mampu, karena dananya berasal dari DBH-CHT,” pungkasnya. (rul/maf

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *