Desak Wabup Pamekasan Sudah Terpilih Sebelum Pilkades

  • Whatsapp

DESA BERGERAK | PAMEKASAN – Partai koalisi Berbaur, pengusung pasangan bupati dan wakil bupati Pamekasan, mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan agar segera menyelesaikan revisi tata tertib (tatib) DPRD.

Desakan itu disampaikan agar segera ada pembukaan tahapan pendaftaran hingga pemilihan wakil bupati Pamekasan.

Bacaan Lainnya

Sekretaris partai koalisi Berbaur, Heru Prayitno, mengaku mendesak itu agar wakil bupati Pamekasan segera dipilih dan ditetapakn sebelum pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak.

Sebab, pilkades yang dijadwalkan pada bulan September mendatang berlangsung. Alasan Heru, sosok wakil bupati sangat diperlukan saat pilkades serentak. Sebab, pilkades merupkan produk pemerintah, sementara wabup merupakan produk politik.

“Juni tatib sudah harus selesai. Juli tahapan timeline. Bulan Agustus harus sudah terisi wakil bupati itu,” tegas ketua DPD PAN Pamekasan itu.

Menurutnya, keberadaan wakil bupati akan membantu bupati dalam melaksanakan tugas pada saat pemerintah disibukkan dengan pilkades. Sehingga, sejumlah program pemerintah dapat terus berjalan maksimal saat kepala daerah dibantu oleh seorang wakil.

Selain itu, pihaknya menilai, jika sampai pelaksanaan pilkades berlangsung bupati belum memiliki wakil, khawatir terjadi sengketa pilkades yang dapat menghambat kinerja pemerintah, termasuk pada pemilihan wabup nantinya.

Di sisi lain, pihaknya tidak ingin sengketa pilkades kembali terjadi sebagaimana pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, pihaknya menyayangkan dua desa yang hingga saat ini belum memliki pemimpin definitif, karena sengketa yang tidak kunjung usai. Heru mengaku, pihaknya sudah menyampaikan hal itu kepada DPRD Pamekasan secara langsung.

“Kalau sudah ada wabup, bupati nanti bisa membagi tugas untuk fokus pada sengketa pilkades,” ujar Heru.

Heru juga menuturkan, internal partai koalisi sudah menetapkan dua figur pengganti mendiang Raja’e. Pihaknya tinggal mengajukan dua nama tersebut kepada bupati Pamekasan untuk kemudian diusulkan kepada pimpinan DPRD. Dua figur itu disebutnya sebagai seorang politisi yang telah didalami dan diyakini memiliki kapabilitas yang mumpuni.

Kendati dipilih gabungan partai koalisi, tegas Heru, bupati memiliki hak untuk menentukan kriteria calon pendampingnya nanti. Namun dua nama yang masih dirahasiakan tersebut disebut belum tersanpaikan kepada bupati Pamekasan. Akan diajukan saat jadwal tahapan pemilihan wabup sudah dibuka.

“Jadi kami mempertimbangkan lagi, akan memberikan usulan kepada bupati untuk tidak dilaksanakan pemilihan ini setelah pilkades,” tegasnya. (ali/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *