Menikmati Kuliner Laut di Kampung Nelayan Bangkalan

  • Whatsapp

DESA BERGERAK | BANGKALAN – Upaya menghidupkan kampung nelayan, di Kelurahan Bancaran Bangkalan tentu merupakan langkah apik yang bisa dilakukan semua masyarakat. Sebab, mampu menarik berbagai investor untuk pengembangannya.

Kampung nelayan, memiliki letak geografis lingkungan padat penduduk dan hidup di pinggiran sungai. Sehingga, dikenal dengan nelayan yang mandiri. Berbagai hasil laut biasa didapatkan oleh para nelayan. Bahkan, menjadi penghasilan setiap harinya.

Sebelum dijual ke pabrik, biasanya hasil laut seperti kepiting dan cumi terlebih dulu dimasak. Kemudian, dikirim ke pabrik pengolahan. Sehingga, keuntungan yang didapat juga belum seberapa besar.

Sebab, masyarakat belum mampu mengolah bahan makanan dasar, padahal jika didalami dan dipelajari keuntungan bisa didapatkan lebih banyak. Namun, mereka hanya mencari ikan di laut untuk di jual.

Salah satu tokoh nelayan di kampung Bandaran Moh Hosen mengaku, sudah beberapa kali mencoba menyadarkan masyarakat agar mampu mencari celah untuk membuat makanan yang bisa dibuat dengan bahan dasar hasil laut.

“Saya memang sejak dulu mengajak para kelompok nelayan, agar mau maju,” ujarnya, Selasa (22/6/2021).

Sebelumnya, Hosen juga mendapatkan bantuan mesin pembuat es batu. Bantuan yang diberikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi. Bantuan tersebut, bisa digunakan untuk mengawetkan ikan dan hasil tangkapan laut.

“Tahun 2019 lalu, saya memang mendapatkan mesin itu, dan sampai sekarang masih ada,” tuturnya

Dari alat tersebut, dirinya beserta kelompok nelayan bisa terus berkembang dan terus berinovasi. Sebab, jika tidak dimulai perubahan dari kelompoknya, dirasa kesulitan mulai mengajak warga.

“Karena kegigihan yang kami lakukan, akhirnya penjualan es batu kami laku hingga ujung utara Bangkalan,” ucapnya.

Selain upaya membuat es batu, untuk pengawetan ikan di kampung nelayan juga tersedia tempat untuk jual beli langsung kepiting atau lobster. Hanya saja masih terbatas, lebih banyak yang dikirim ke pabrikan.

“Kalau dikelola dengan baik, saya kira ini bisa dikembangkan,” ungkapnya.

Hosen berjanji, akan membangun pusat kuliner laut di sekitar kampung. Hanya saja, masih banyak hal yang harus diperhatikan dan membutuhkan bantuan pemerintah. “Kami masih butuh bantuan, baik dari pembangunan maupun kebersihan lingkungan,” tukasnya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *