Bupati Fauzi Janji STO Jaringan Listrik Gili Raja Terlaksana Juli

  • Whatsapp

DESA BERGERAK | SUMENEP – Nasib masyarakat kepulauan masih terombang-ambing lantaran pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) hingga saat ini belum sampai di kepulauan. Utamanya masyarakat Gili Raja.

Ingin agar cepat terealisasi, Aliansi Masyarakat Gili Raja (AMG) temui Bupati Sumenep Achmad Fauzi, Rabu (23/6/2021).

Bacaan Lainnya

“Harapan besar masyarakat kepulauan tentang penantian panjangnya perihal realisasi listrik secepatnya direalisasikan,” harap Syaiful Anang, perwakilan pemuda setempat.

Masyarakat, kata Syaiful, hanya ingin listrik di kepulauan tetap menyala. Bagaimanapun caranya, sehingga tidak repot ketika hendak beraktivitas. Misalnya, menyalakan lampu dan keperluan listrik lainnya.

Sehingga tujuan pertemuan AMG dengan Bupati Fauzi, agar mendapatkan angin segar bahwa serah terima operasional (STO) jaringan listrik yang telah dipasang pemkab segera dilaksanakan.

Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi sangat mengapresiasi usaha gigih para pemuda tersebut, terlebih kesadarannya mempertanyakan progres realisasi listrik.

“Listrik ini harus dikawal bersama-sama, baik masyarakat setempat, PLN dan pemerintah, karena targetnya adalah bagaimana masyarakat bisa segera menikmati aliran listrik,” ucapnya.

Fauzi berjanji STO bulan depan sudah terlaksana, pemkab siap memenuhi segala kebutuhan PLN. Dia akan prioritaskan PLTD tersebut segera terealisasi.

“Ayo kita kawal bersama, kita akan percepat realisasinya, karena ini kebutuhan urgen masyarakat, saya pastikan itu, ini harus dipercepat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Moh. Ramli menuturkan, berbagai telaah telah dilakukan, mulai dari pengadaan sarana dan prasarana dan lainnya.

“Kami juga sudah menganggarkan PLTD di Gili Raja melalui APBD, jadi kami harapkan ini sesegera mungkin bisa terealisasi,” ucap Ramli.

Ramli menambahkan, tidak ada alasan di Pulau Gili Raja akan minim pelanggan, optimisme itu bisa dilihat dari besarkan keinginan masyarakat untuk dapat menikmati aliran listrik. Terkait hal itu juga sudah disampaikan ke pihak PLN.

Koordinasi intens dilakukan dengan PLN, sehingga kebutuhan sarana dan prasarana yang menjadi tanggung jawab pemerintah akan dipenuhi seluruhnya, sementara urusan teknis itu ranah PLN.

“Ini memang tidak mudah, segala persiapan teknis harus dilakukan, kami sudah siap, mengawal permintaan dari masyarakat kepulauan,” ujar Ramli. (imd/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *