Dinkes Pamekasan Keluhkan Sulitnya Vaksinasi di Desa

  • Whatsapp

DESA BERGERAK | PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan sudah memvaksin tahap pertama kepada 31. 580 orang mulai Januari hingga 21 Juni 2021. Sedangkan untuk penyuntikan vaksin dosis kedua mencapai 19.867  orang.

Kedatangan vaksin Covid-19 sudah 15 kali, terdiri dari 2 jenis vaksin: Sinovac dan AstraZeneca, dengan total 7.077 vial. Setiap 1 vial berisi 10 dosis vaksin.

Bacaan Lainnya

“Penerimaan vaksin Covid-19 multidose Sinovac sebanyak 7.015 vial dan multidose Astrazeneca sebanyak 62 vial,” papar Kepala Dinkes Pamekasan dr. Ahmad Marzuki, melalui Kepala Seksi Survim Tri Agustini, Rabu (23/6/2021).

Tri mengakui, di awal vaksinasi, guru sangat sulit datang ke tempat vaksinasi. Kadang mereka datang tanpa surat undangan, padahal pihaknya sudah meminta kepada seluruh institusi untuk mengirim data ke Dinkes Pamekasan. Setelah data terkumpul, pihak Dinkes kemudian menjadwal.

“Yang jadi permasalahan sekarang itu di desa, kan yang tahu itu teman-teman puskesmas, di desa itu sulit sekali untuk melakukan vaksin, apa karena memang transportasinya, apa karena sibuk, tidak ada alasan. Tapi sekarang sudah ada jadwal per desa, pelayanan sekarang sudah mulai mendekat ke desa,” ungkapnya.

Ditambahkannya, ada satu orang sudah divaksin namun tetap terinfeksi Covid-19. Karena menurutnya, orang yang telah divaksin tidak kebal dari Covid-19.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan menyampaikan, adanya lonjakan kasus akhir-akhir ini di Pamekasan sangat mengkhawatirkan. Menurutnya, masyarakat harus menjaga diri dengan protkes yang ketat.

“Yang harus dipahami jangan egois nggak percaya terus seenaknya, karena bisa berbahaya kepada orang lain kalau tidak memakai masker,” tukasnya. (timKM)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *